Kamis, 10 April 2014

Tak Akan Bicara Lagi

Serasa dihujani mata pisau. Ketika seseorang menjawabmu dengan ucapan ketus padahal kau bicara dengannya baik-baik. Mood pun hancur, benci pun muncul bersama gerutu di hati. Pertanyaan pun muncul. Apa sih salahku? Ketika dalam keadaan seperti ini, pikiran-pikiran negatif mengambang di pikiran bersama gerutu di hati yang bersautan. "Iya sih tau kamu itu lebih dari aku". "Iya tau kamu eksis, aku bukan siapa-siapa disini". Ya.... seringkali itulah yang muncul. Begitupun aku pada hari ini.

Kalau dalam bahasa Jawa, namanya "wes kagol", ya pasti bakalan susah untuk biasa lagi sama orang yang udah gituin kita. Rasanya udah males. Males diketusin seperti dulu. Yah buat apa bicara sama orang yang ketusin kita. Toh, orang yang nggak bicara ketus sama kita banyak. Tinggalkanlah sesuatu yang nggak bikin kita seneng. So, buat apa ngurusin orang yang jahat sama kita.

Buat yang sukanya bicara ketus, tunggu aja hingga nggak ada lagi yang mau ngobrol sama kamu. Aku cuma mau mengatakan padamu : TAK AKAN BICARA LAGI DENGANMU!

Selasa, 08 April 2014

Anak Gaul eh Gahul

Waktu masih SMA dulu, rasanya ke-eksis-an itu penting banget. Karena apa? Kalau nggak eksis mesti nanti dibilang cupu atau kudet. Kalau keinget rasanya konyol banget sih, anak eksis itu dinilai dari followers twitter atau gadget yang dipunya. Pokoknya kalau udah pake Blackberry atau Android itu mesti anak gaul. Konyol...
Tapi sekarang, kebanyakan anak SMA itu kepengen jadi gaul tapi jadinya gahul. Jadi suka nggak paham sama jalan pikiran mereka buat jadi gaul (ngaca). Menurutku, anak gaul yang jadi gahul tu biasanya kayak gini:
  1. Kupingnya persingan. Persingan itu nama gaulnya tindikan. Ini nih yang suka nggak habis pikir, emangnya mereka nggak mikir panjang ya? Udah fix, besok bakal susah cari kerja. Siapa noh cewek yang mau sama situ.
  2. Leher di tattoo. Pernah aku curiga, jangan jangan nge tattoo di leher itu cuma alibi panu terselubung.
  3. Tangan di tattoo penuh. Kalau kulitnya putih sih keren aja sebenernya, lha kalau item? Taulah... pokoknya tattoo nya sampai nggak bisa diilangin pakai minyak tanah saking penuhnya!
  4. Mereka kemana-mana bawa rokok. Jangan salah ya, anak gahul itu musti nge-distro banget. Sampai-sampai rokoknya aja merknya Billabong. Hm....
  5. Sepatunya kudu merk Makbet atau Pans. Nggak peduli mau itu original atau KW berapapun, yang penting Americano. Mereka lebih mending nggak pake sepatu daripada pake sepatu lokal kayak Pro-ATT.
  6. Topi njeplak. Nggak peduli topi apaan dan merk apa yang penting ndistro.
  7. Muka harus sengak. Sengak biar keliatan kayak preman padahal malah kemaki dan semi-semi nyebelin.
  8. Kaos item tanpa lengan. Itu adalah baju wajib anak gahul dengan modal tambahan reksona yang banyak banget.
  9. Tattoo gambar monster. Tattoo itu wajib banget harus di lengan tangan, gambarnya kayak digimon biasanya.
  10. Kaos tulisan PSD. Yang dipikiran mereka, kaos itu yang penting ada tulisan itu padahal nggak tau itu apaan, palsu pula. Singa!
  11. Celana jins naptol dan dengkul sobek. Wajib sobek! Katanya sih biar kayak NOAH.
  12. Kaos kakik semata kakik. Biasanya bau, lecek, dan nggak pernah dicuci. Iyuh!
Gimana? Berminat untuk jadi anak gahul? Jangan deh, kalau mau gaul ya gaul aja, jangan terlalu gahul.

Selasa, 01 April 2014

Sabtu Malam di Tickles Cafe & Resto


Tickles Cafe & Resto, salah satu cafe baru di Jogja di daerah Demangan Baru yang dari awal udah bikin penasaran. Ngeliat dekorasi cafenya dari luar yang British banget aja udah bikin penasaran buat masuk dan ngerasain makanan-makanan apa aja yang disajiin disana. Apalagi aku baca di salah satu surat kabar kalau harga makanan disini itu harga anak kost. Hmmm... makin penasaran.
Di suatu Sabtu malam, aku dan si bocil, Pascal, udah ngrencanain mau nyobain nongkrong di sana.Baru sampai parkiran aja udah kayak nggak yakin, minder gimana gitu, soalnya di parkiran itu motor jadi kamu minoritas-proletar sedangkan mobil-mobil kece bener bener mayoritas-borjuis. Aku sempat tanya lagi ke Pascal, yakin nggak mau masuk? Akhirnya tetep aja aku masuk sama dia.


Begitu masuk, jujur, aku langsung terpana sama dekorasi ruangan tempat ini. Tickles yang dibagi menjadi 2 ruangan, yaitu Resto dan Cafe. Aku sih langsung ke cafe nya yang di smoking room. Rame banget secara itu malem minggu dan isinya muka muka borju (nggak tau aslinya). Langsung duduk dan liat menunya dan W-O-W. Serasa bener-bener tertipu sama berita di surat kabar yang bilang kalau makanan disini harganya bersahabat dengan anak kost. Itu cuma pencitraan publik. Liat aja gambar di bawah samping ini.


Aku awalnya mau pesen Spicy Chicken Wing, tapi ternyata tanpa nasi, yaudah aku ganti pesen Banana Fritters. Aku tunggu makanan, yang nggak terlalu lama datengnya. Oke, aku pikir, itu makanan apa dari pisang yang aku belum pernah makan. Dan ternyata... Tadaaaaa!
Banana Fritters adalah pisang goreng! Tahulah betapa nyeselnya kenapa pesen itu. Kenapa nggak pesen French Fries aja.



Banana Fritters

Sebenarnya cafe ini recomended banget buat kamu yang pengen nongkrong sama temen atau pacar (kalau punya) atau foto-foto karena dekorasi cafe ini keren banget. Tapi inget ya, kalau kalian anak kost yang bukan borjuis mending nabung dulu untuk nongkrong di cafe ini. Banananananana!





Selasa, 11 Maret 2014

"Peringatan : Rokok Membunuhmu",Emang Cinta Enggak?


Kalau lihat di iklan-iklan rokok sekarang, mesti di bawahnya ada foto bapak-bapak yang lagi ngrokok dengan background tengkorak-tengkorak manusia.Mungkin kalau orang yang nggak merhatiin banget,itu sih kayak cuma foto biasa aja,yang nggak punya arti apa-apa. Yakali malah kesannya horror ya. Meskipun maksudnya baik buat ngingetin kalau rokok itu nggak bagus buat kesehatan,tapi sama aja kalau nulisnya di bawah iklan rokok. Bukannya sia-sia aja?

Saking merebaknya foto tentang peringatan ini di baliho iklan rokok di pinggir-pinggir jalan,banyak yang salah fokus. Kalau dipikir,emang rokok aja yang bisa ngebunuh? Cinta pun bisa. Kayak lagu D'Masiv yang Cinta Ini Membunuhku yang diciptain sama Ryan D'Masiv.
Dan faktanya lagu itu nggak cuma sekedar lagu. Untuk Hafidt dan Assyifa,lagu itu bener-bener menginspirasi mereka untuk membunuh Ade Sara. Cuma karena masalah 'cinta lama yang belum kelar' dan 'cemburu yang membabi buta' mereka tega ngebunuh Ade Sara. Lah,apa iya nyawa bisa semurah itu cuma gara-gara cinta? Jadi,terbukti kan,kalau emang cinta itu bisa membunuhmu,nggak cuma rokok. Cinta nggak cuma bisa ngebunuh diri kita,namun yang pasti juga bisa ngebunuh hati dan perasaan. Oh my God,malah lebih kompleks.